Rabu, 25 Agustus 2010

Bukankah Kita "Tidak Sempurna?"

Bertahun-tahun yang lalu, Aku berdoa kepada Tuhan untuk memberikan pasangan hidup, "Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya", Tuhan menjawab. Tidak hanya Aku meminta kepada Tuhan, Aku menjelaskan kriteria pasangan yang kuinginkan. Aku menginginkan pasangan yang baik hati, lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian. Aku bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini kuimpikan. Sejalan dengan berlalunya waktu, Aku menambahkan daftar kriteria yang kuinginkan dalam pasanganku.

Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hatiku," Hamba-Ku, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan. " Aku bertanya, "Mengapa Tuhan?" dan Ia menjawab, " Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar." " Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku tidak
mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dari-Mu?"

Tidaklah adil bagi-Ku untuk memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar, atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam, atau seseorang yang mudah mengampuni tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam, seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak..."

Kemudian Ia berkata kepadaku, "Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama
ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semuanya itu.

Pasanganmu akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu.

Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna. Aku memberikanmu seseorang yang dapat tumbuh bersamamu."

now no longer feeling like the first.

Once there is love. Once there is honey. But now no longer feeling like the first. Now no longer the story. My love has been destroyed. It broke my heart, have you hurt my feelings. Let me go. Do you ask again. I believe this is best for you and my self. Let go of this love in my heart. I could not to resist, I wound here

Selasa, 29 Desember 2009

M A M A :)

mamaku tersayang ..
terima kasih untuk pelukan hangatmu ketika angin kesedihan yang beku menerpa hatiku ..
Terima kasih karena engkau tidak melihat kekurangan-kekuranganku, melupakan kegagalan-kegagalanku dan memahami janjiku ..
Terima kasih karena engkau selalu menginginkan yang terbaik dariku, menunjukan yang terbaik kepadaku, dan meyakini adanya hal-hal yang terbaik dalam diriku ..


Engkau adalah benteng kekuatan dan keberanian..
Engkau tidak mementingkan dirimu sendiri, penuh kasih sayang, dan baik hati ..
Engkau membesarkan hati keluargamu, menghibur orang-orang yang kau kasihi dengan semangat dan hasrat ..
Nasihat dan semangatmu akan hidup didalam hati mereka yang mengasihimu ..
Aku tidak bisa mengatakan dan mengungkapkan dengan tepat ..
Tetapi aku berharap engkau tahu betapa aku mengasihimu ..

Yang mengasihimu, selalu ..